Selasa, 08 April 2014

Cermin Datar
Cermin terbuat dari kaca dan bagian belakangnya dilapisi dengan cat logam(aluminium atau campuran raksa). Cahaya yang datang pada kaca dipantulkan oleh cat logam pada sisi belakang cermin tersebut.

Pada awal abad renaissance, orang Eropa menyempurnakan metode melapisi kaca dengan amalgam timah-raksa. Baik tanggal maupun lokasi dari penemuan tersebut tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, pada abad ke 16, Venesia, sebuah kota terkenal dengan keahlian membuat kaca menjadi pusat produksi cermin dengan mempergunakan teknik ini.Cermin kaca dari periode itu dulu merupakan barang mewah yang amat mahal.

Just Leibig menemukan cermin kaca pantul pada tahun 1835. Proses tersebut melibatkan pengendapan lapisan perak metalik ke kaca melalui reduksi kimia perak nitrat. Proses melapisi kaca dengan substansi bersifat reflektif (silvering) ini diadaptasi untuk memproduksi cermin secara massal. Saat ini, cermin diproduksi dengan pengendapan vakumnya aluminium, atau kadang-kadang perak langsung substrat kaca.
Cermin Datar 
Cermin datar merupakan cermin pantul yang permukaannya berupa bidang datar.
  • Sifat pemantulan pada cermin datar 
Pemantulan cahaya yang terjadi pada cermin menghasilkan besar sudut datang sama dengan sudut pantul. Bayangan Pada Cermin Datar
  • Pembentukan bayangan pada cermin datar. 
Sebuah benda AB dengan tinggi h terletak pada jarak s didepan cermin datar. Bayangan A’B’ dengan tinggi h’ akan terbentuk pada jarak s’ di belakang cermin. Berikut ilustrasinya.


GB. Pencerminan 
Pembentukan bayangan benda pada cermin datar

Rumus untuk menghitung perbesaran bayangan (M) yang dibentuk oleh cermin adalah sebagai berikut: 

Keterangan:
  • M : Perbesaran bayangan 
  • h’: Tinggi bayangan 
  • h : Tinggi benda 
  • s’: Jarak bayangan 
  • s: Jarak Benda 

Jadi, perbesaran bayangan pada pemantulan bayangan cermin datar sama dengan satu, karena tinggi bayangan sama dengan tinggi benda dan jarak bayangan juga sama dengan jarak benda. Akibatnya tidak akan ada perbedaan ukuran benda dan bayangan pada saat pencerminan di cermin jenis ini.

Panjang cermin datar yang diperlukan untuk melihat seluruh bayangan benda adalah separuh dari tinggi benda itu sendiri. Jadi, jika seorang pria diketahui memiliki tinggi badan 150 cm, maka akan diperlukan cermin setinggi 75 cm agar orang tersebut dapat melihat dirinya secara utuh pada bayangan cermin tersebut .
  • Sifat bayangan pada cermin datar 

Hukum Snellius: Pemantulan Cahaya Pada Cermin Datar

Pada cermin yang datar, pemantulan cahaya memiliki sfat yang khas, yaitu bahwa bayangan yang dihasilkan selalu memiliki empat unsur di bawah ini.
  1. Maya
  2. Sama besar dengan bendanya (perbesarannya = 1)
  3. Tegak dan berlawanan arah terhadap bendanya.
  4. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin.
Hukum Pemantulan Cahaya Pada Cermin Datar

Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Pada pemantulan cahaya di cermin, berlaku hukum Snellius, yaitu :
  • Sinar datang, garis normal dan sinar pantul berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.
  • Sudut datang (i) sama dengan Sudut pantul (r). Berikut contoh gambar pelukisan bayangan pada pemantulan cahaya di cermin datar.

- See more at: http://www.internet.web.id/2012/05/pemantulan-cahaya-pada-cermin-datar.html#sthash.2dckR6D4.dpuf


0 komentar:

Posting Komentar